Olahraga di Hari Libur Menjadi Investasi Kesehatan Jangka Panjang

Mengisi hari libur dengan berolahraga merupakan salah satu cara menjaga kesehatan fisik dan mental. Selain membantu mempertahankan kebugaran tubuh, aktivitas fisik juga dapat menjadi sarana mengurangi stres setelah menjalani rutinitas pekerjaan maupun kegiatan sehari-hari.

Kepala UPTD Puskesmas Mon Geudong, dr. Amroellah, menyampaikan bahwa hari libur merupakan waktu yang tepat untuk berolahraga karena masyarakat memiliki waktu yang lebih leluasa. Selain menyehatkan, olahraga juga dapat menjadi aktivitas yang mempererat kebersamaan keluarga melalui kegiatan yang positif.

Menurutnya, olahraga yang dilakukan secara rutin memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan, di antaranya menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah, membantu mengontrol berat badan, tekanan darah, serta kadar gula darah. Kebiasaan berolahraga juga dapat menurunkan risiko berbagai penyakit tidak menular, seperti hipertensi, diabetes, stroke, dan penyakit jantung.

Tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik, olahraga juga berperan dalam memperkuat otot, tulang, dan sendi, meningkatkan daya tahan tubuh, memperbaiki kualitas tidur, serta membantu mengurangi stres, kecemasan, hingga gejala depresi. Bagi penderita gangguan lambung yang dipicu oleh stres, olahraga juga dinilai dapat membantu memperbaiki kondisi.

Durasi olahraga yang dianjurkan berkisar antara 30 menit hingga satu jam, disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Yang terpenting, aktivitas tersebut dilakukan secara rutin dan tidak berlebihan agar tetap aman bagi kesehatan.

Untuk mengisi waktu bersama keluarga, masyarakat dapat memilih berbagai jenis olahraga ringan, seperti jalan kaki, jalan santai, jogging, bersepeda, senam, bermain bulu tangkis, bermain bola, maupun hiking ringan di ruang terbuka hijau.

Bagi masyarakat yang baru mulai berolahraga, disarankan untuk memulainya secara bertahap dengan memilih aktivitas yang ringan dan disukai. Sementara itu, masyarakat yang memiliki riwayat penyakit tertentu sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter agar memperoleh rekomendasi olahraga yang sesuai.

Olahraga tidak harus dilakukan dengan intensitas tinggi. Kebiasaan berolahraga secara rutin, konsisten, sesuai kemampuan, dan menghindari risiko cedera merupakan langkah sederhana yang dapat menjadi investasi kesehatan untuk masa depan.

 

Sumber: RRI