Cuaca Panas Tingkatkan Risiko Kesehatan Masyarakat

Lhokseumawe - Cuaca panas ekstrem yang melanda wilayah Lhokseumawe berdampak serius terhadap kesehatan masyarakat, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit kronis.

Kondisi ini perlu mendapat perhatian bersama agar tidak menimbulkan gangguan kesehatan yang lebih berat.

Kepala Puskesmas Mon Geudong Lhokseumawe, dr. Amroellah, Kamis 29 Januari 2026 menjelaskan bahwa anak-anak memiliki sistem imun yang masih berkembang sehingga lebih mudah terserang penyakit. Oleh karena itu, imunisasi sejak dini dan pengawasan perilaku hidup bersih menjadi sangat penting untuk mencegah penyakit menular.

Selain anak-anak, kelompok lansia dan ibu hamil juga berisiko tinggi karena penurunan daya tahan tubuh. Begitu pula dengan penderita penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung, yang dapat mengalami perburukan kondisi akibat paparan panas berlebihan.

dr. Amroellah juga menegaskan bahwa cuaca panas dapat memicu dehidrasi, gangguan metabolisme, serta meningkatkan risiko serangan jantung. Selain itu, paparan sinar ultraviolet dan debu akibat lingkungan kering dapat menyebabkan penyakit seperti ISPA, diare, tifoid, dan gangguan pencernaan lainnya.

Untuk itu, masyarakat diimbau menjaga asupan cairan, menggunakan pelindung saat beraktivitas di luar ruangan, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Kewaspadaan terhadap dampak cuaca panas perlu ditingkatkan demi menjaga kesehatan bersama.

 

Sumber: RRI.CO.ID